UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KOTABUMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Nama : Sinta Aryani
Npm : 2188201009
Mata Kuliah : Teknologi Informatika
A. Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa Degeng (1989). Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995). Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan. Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Berikut link refrensinya Pembelajaran Bahasa Indonesia
Link youtube Pembelajaran Bahasa Indonesia mengenai frasa
B. Hakikat Menyimak
Mendengar to hear
Menyimak to listen
Mendengar adalah suatu proses penerimaan bunyi-bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memperhatikan makna.
Menyimak adalah mendengarkan serta memperhatikan baik-baik apa yang dibaca atau diucapkan oleh si pembicara serta menangkap dan memahami isi dan makna komunikasi yang tersirat di dalamnya.
Tujuan menyimak
- Untuk memperoleh pengetahuan untuk
- menikmati keindahan Audial dari pembaca
- Untuk mengapresiasikan materi yang disimak (menyimak puisi, lagu, musik)
- Untuk menilai sesuatu yang disimak
- Untuk mengomunikasikan ide ide dari sang pembicara.
- Untuk membedakan bunyi bunyi yang tepat (mana bunyi yang bedakan arti dan mana yang tidak biasanya digunakan oleh pembelajaran bahasa asing)
- Untuk dapat memecahkan masalah
- Untuk meyakinkan diri terhadap masalah atau pendapat yang diragukan.
Proses menyimak yaitu :
- Tahap mendengar yaitu mendengarkan segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ajaran atas pembicaraannya.
- Tahap memahami yang berarti mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara.
- Tahap menginterpretasi yang berarti memahami isi ujaran lalu menafsirkan atau menginterpretasikan isi butir-butir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujian tersebut.
- Tahap mengevaluasi yang berarti menilai pendapat serta gagasan pembicara mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebaikan dan kekurangan pembicara.
- Tahap menanggapi yaitu yang berarti penyimak mampu mencamkan dan menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh pembicara nya. Berikut link refrensinya buku : Prof. DR. Henry Guntur Tarigan : Menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa.
C. Pengertian Frasa
Frasa adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata dengan kata yang bersifat nonpredikatif. Frasa hanya dapat mengisi satu fungsi sintaksis. Misalnya, frasa anak yang berpakaian warna merah bermotif polkadot itu hanya dapat memenuhi fungsi subjek. Frasa memiliki beberapa ciri, antara lain : Lebih dari satu kata yang memenuhi salah satu dari fungsi sintaksis (subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap). Dapat disisipi \rightarrow Perhatikan contoh berikut: Rumah biru \rightarrow Di antara dua kata tersebut dapat disisipi, misalnya yang baru saja, menjadi rumah yang baru saja biru. Sementara itu, yang tidak bisa disisipi disebut sebagai kata majemuk (kompositum). Frasa memiliki unsur inti dan keterangan. Pada frasa rumah biru, kata rumah menjadi inti dan kata biru menerangkan inti tersebut. Frasa dapat ditentukan jenisnya berdasarkan kelas kata. Misalnya, frasa rumah biru berinti kata rumah yang berkelas kata nomina sehingga frasa tersebut masuk ke dalam
jenis frasa nomina.
- Frasa eksosentris adalah frasa yang sebagian atau seluruhnya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan komponen-komponennya. Frasa ini mempunyai dua komponen, yaitu:
- Bagian perangkai yang berupa preposisi atau partikel.
- Bagian sumbu yang berupa kata atau kelompok kata.
Contoh frasa eksosentris.
Tiga orang sedang belajar di aula sekolah.
Tiga orang sedang belajar di.
Tiga orang sedang belajar aula.
Tiga orang sedang belajar sekolah.
Frasa di aula sekolah mempunyai tiga unsur di, aula, dan sekolah. Sebagai frasa preposisional, ketiga unsur tersebut tidak dapat sama-sama menggantikan. Berbeda halnya dengan frasa endosentris.
2. Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu bagiannya. Contoh dari frasa eksosentris : Dua orang siswa sedang berlatih menyanyi di aula sekolah. Karena memiliki distribusi yang sama, tidak masalah jika salah satunya dihilangkan sebab bisa saling menggantikan.
Jenis Frasa berdasarkan Kelas Kata pada Intinya, antara lain :
- Frasa Preposisional (Frasa Kata Depan) Frasa preposisional adalah frasa yang diawali dengan kata depan yang kemudian diikuti oleh kata atau kelompok kata lain. Contohnya, di sepanjang jalan kenangan, kepada guru yang terhormat, bagi mantan yang tersakiti, dsb.
- Frasa Nominal (Frasa Kata Benda) Frasa nominal adalah frasa yang berinti pada kata berkelas kata nomina. Contohnya, burung biru, sehamparan alun-alun, ketinggian pesawat, dsb.
- Frasa Verbal (Frasa Kata Kerja) Frasa verbal adalah frasa yang berinti pada kata berkelas kata kerja. Contohnya, memperoleh hadiah, memakan buah-buahan, melompati pagar, dsb.
- Frasa Adjektival (Frasa Kata Sifat) Frasa adjektiva adalah frasa yang berinti pada kata berkelas kata sifat. Contohnya, sangat merah, tidak pernah bersih, selalu baik, dsb.
- Frasa Adverbial (Frasa Kata Keterangan) Frasa adverbia adalah frasa yang berinti pada kata berkelas kata keterangan. Contohnya, tidak pernah sekalipun, hanya sesekali, tidak akan, dsb. Berikut link refrensinya Frasa
SUMBER REFRENSI
https://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/pembelajaran-bahasa-indonesia/
Prof. DR. Henry Guntur Tarigan : Menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa.
StudioBelajar.com / Bahasa Indonesia / Frasa


0 Comments