Apa itu Kata, diksi, dan serapan?

Kata adalah unit bahasa yang m
engandung arti dan terdiri dari satu atau lebih morfen. Klasifikasi macam-macam jenis kata:

A. Berdasarkan tata bahasa baku indonesia.

1. Kata kerja (verba)

Adalah jenis kata yang menyatakan suatu tindakan. Ciri-ciri kata kerja yaitu: Memiliki makna perbuatan, memiliki makna proses, kata kerja sering diikuti dengan kata benda (nominal) ciri-ciri Kata keja antara lain adalah :

  • Memiliki makna perbuatan,kegiatan atau
  • tidakan.
  • Memiliki makna proses
  • Kata kerja sering diikuti oleh kata benda
  • Kata kerja juga sering diikuti oleh kata sifat
  • atau keterangan
  • Sering dibentuk dengan imbuhan me-,di-ber-,ter-,me-kan,ber-an,memper-an, danmemper-i.
  • Kata dapat didahului kata pernyataan waktu, seperti telah, sedang, akan, hampir, segera.
  • Dapat diperluas dengan cara menambahkan "dengan + kata sifat setelahnya”,contoh : ia berlari dengan cepat, nani menghitung dengan teliti.

 

2. Kata Benda (Nomina)

Kata benda atau yang sering disebut Nomina adalah suatu kata yang merujuk kepada segala hal yang dapat dibedakan. Kata benda ini sering digunakan untuk menyebutkan makhluk hidup, benda mati, ataupun tempat,Beberapa contoh kata benda adalah manusia, ilmu, buku, makanan, dll.

Ciri-ciri Kata Benda :

 Dapat diperluas dengan menambahkan “ yang + kata sifat”, contohnya: “rumah yang bagus”.

 Dibatalkan dengan kata bukan. Contohnya “bukan kursi”.

 Dalam sebuah kaimat dapat berkedudukan sebagai subjek (S) dan subjek (O). Contohnya “ana membeli sepatu baru”, dalam kalimat tersebut kata “Ana”dan “Sepatu” merupakan kata benda.

 

3. Kata Sifat atau Adjektive

adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sifat atau keadaan suatu hal, baik itu makhluk hidup, benda, mata, tempat, waktu, atau lainnya. Dalam penggunaannya dalam sebuah kalimat, kata sifat sering digunakan untuk menjelaskan tentang keadaanb Subjek (S) atau (O) kalimat tertentu.

Ciri-ciri dan contoh kata sifat :

 Kata sifat dapat diingkari / dibatalkan sifatnya dengan kata “tidak” atau “bukan”. contohnya :Tidak indah, Tidak marah, Tidak luas

 Kata sifat dapat diberikan keterangan penguat, beberapa kata penguat yang sering dipakai antara lain ; sangat, amat, paling, sekali, benar. Contoh : Sangat indah, Amat luas, Paling luas

 Kata sifat dapat diberikan keterangan pembanding. Beberapa kata pembanding yang sering dipakai antara lain ; lebih, kurang, paling. Contoh :

a. Sepatu ini lebih mahal dari yang itu.

b. jika dibandingkan dengan yang itu rasanya sepatu ini kurang bagus.

c. China merupakan negara dgn penduduk terbanyak didunia.


4. Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan atau yang sering juga disebut dengan Adverbia adalah kata yang memberikan penjelasan (keterangan) tentang kata lain ( Kata Bilangan, kata Kerja, dan Kata Sifat ) dalam sebuah kalimat, Tetapi kata keterangan tidak dapat menerangkan kata benda atau kata ganti benda. Secara bahasa, Adverbia berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “ad” yang artinya untuk dan “verbum” yang artinya kata. Dalam struktur kalimat kata keterangan biasanya dilambangakan dengan “K” yang artinya keterangan.

Ciri-ciri kata keterangan :

a. Memberikan penjelasan tentang kata lain.

b. Tidak bisa digunaka untuk menjelaskan kata benda atau kata ganti benda.

c. Biasanya terletak di awal atau diakhir kalimat.


5. Kata Ganti (Pronomina)

Kata ganti atau pronomina adalah jenis kata yang digunakan untuk menggantikan posisi kata benda atau orang dalam sebuah kalimat. Fungsi dari penggunaan kata ganti (Poronomia) adalah untuk memperhalus kalimat yang kita ucapkan atau kita tulis. Dalam menulis sebuah paragraf atau pembicaraan yang panjang, tentunya penggunaan kata yang sama dalam setiap kalimat membuat penyebutan atau penggunaan kata tersebut tidak efesien. Nah dalam hal inilah kata ganti memegang peranan penting menjalankan fungsinya. Contoh kata ganti antara lain,aku, kami, kita, mereka, dll.


Ciri-ciri Kata Ganti (Pronomina)

a. Biasanya menduduki posisi subjek (S) dan Objek (O) dalam sebuah kalimat. Hanya pada kalimat tertentu pronomina digunakan sebagai predikat.

b. Jenis kata ganti yang digunakan berubah-ubah sesuai dengan kata yang ingin digunakan dan penggunaannya dalam kalimat. Kata Bilangan (Numeralia) kata bilangan atau sering juga disebut dengan numeralia adalah jenis katan Yag berfungsi untuk menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam sebuah deretan. Dalam bahasa indonesia terdapat dua jenis kata bilangan, yaitu : kata Bilangan Tentu (Takrif) Sudah jelas berapa nominal yang dimaksudkan, contohnya; satu, ketujuh, setengah,dll. Kata Bilangan Tak Tentu Contohnya : Beberapa, seluruh, banyak, dll.


7. Kata Tugas

Kata tugas adalah jenis kata yang tidak termasuk kedalam 6 kelas diatas. Kata tugas dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berikut:

A. Kata depan (Preposisi)

Sebutan lain untuk kata depan adalah preposisi. Dalam bahasa latin preposisi berasal dari kata yaitu “prae” dan “ponere”. Prae berarti sebelum. sedangkan ponere berarti menempatkan atau tempat. Berarti kata depan merupakan kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat yang diikuti oleh nominal atau pronominal. Kata depan adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan bagian kalimat. Kata depan umumnya digunakan untuk mengantar sebuah objek penyerta kalimat dan tidak boleh mengantarkan subjek kalimat. Contoh kata depan antara lain adalah kepada, dalam, akan, dengan, dll.

B.Kata Penghubung / Kata Sambung (Konjungsi) 

Kata penghubung (Konjungsi) atau yang juga sering disebut dengan kata Sambung adalah kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan Kata lainnya (dalam sebuah kalimat), atur satu kalimat dengan kalimat lainnya (dalam sebuah paragraf). Terdapat banyak jenis kata penghubung dan penggunaannya harus disesuaikan dengan struktur dan maksud yang ingin disampaikan. Contoh kata penghubung antara lain adalah dan, serta, atau, padahal.

Ciri-ciri kata penghubung antara lain :

 Jika menghubungkan antara kita, maka letaknya sering ditengah kalimat, Sedangkan jika menghubungkan antar kalimat maka letaknya sering diawal kalimat kedua.

 Memiliki subjek yang sama baik ketika menghubungkan antar kata atau antara kalimat.

 Sering diikuti dengan koma ketika menghubungkan antar kalimat

C. Kata sendang atau artikula

adalah kata yang tidak mempunyai makna yang digunakan untuk menjelaskan kata benda (nomina) atau kata tertentu. Kata sendang dapat digunakan untuk mendampingi kata benda dasar atau pun kata benda turunan atau kata tertentu lainnya. Biasanya kata sendang terletak sebelum kata benda yang dijelaskannya. Contoh kata sendang adalah yang, sang, kaum, para, si, dll.

Ciri-ciri kata sendang adalah :

1. Tidak memiliki arti khusus.

2. Mendampingi kata lainnya.

3. Dapat membedakan kata lain.

D. Kata seru (Injeksi)

adalah jenis kata dalam bahasa indonesia yang digunakan untuk mengungkapkan isi perasaan penulis atau pembicara. Kata seru digunakan untuk menegaskan persatuan tersebut. Perasaan yangf dimaksud dapat berupa perasaan marah, sedih, sakit, kagum, terkejut, dll. Nah dalam penggunaannya kata seru memiliki intonasi yang khas agar dapat menggambarkan perasaan tersebut dengan baik. Contoh kata seru antara lain, aduhai, amboi, ah, sial, dll.



Post a Comment

0 Comments